Sunday, 21 July 2013

Media Untuk Menulis Percakapan Khusus Karakter Naruto

         Ini adalah Media Cartoon Art untuk percakapan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran ini berbentuk  gambar PNG. Jadi nanti guru tinggal mengambil gambar ini kemudian dimasukan dalam microsoft word. Selanjutnya diabuat teks di gambar tersebut dan materipercakapan bisa dimasukan.
Selamat mencoba.

















 

Thursday, 18 July 2013

Power Point Cartoon Art 2

Power Point Cartoon Art.
Dengan warna yang baru, dan kartun yang telah disesuaikan dengan gambar yang relativ sedikit pada isi power point dan cover yang banyak.

Untuk Mendownload nya [CLIK DI SINI] 





Sunday, 14 July 2013

Powerpoint Cartoon Art

Bagi para guru SD yang mengajar dengan media power point.
Sekarang telah tersedia powerpoint yang berdasar atas Model Pembelajaran Berbasis Cartoon Art. Dengan background yang penuh warna dan cartoon favorit di saat sekarang ini yang mampu menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar.
Power Point ini dapat digunakan untuk microsoft office model 2010 maupun 2007.
Untuk mendownloadnya bisa klik download di bawah ini:


Di Bawah ini merupakan cuplikan perslide media powerpoint cartoon art:





Terimakasih atas kunjungannya dan perhatiannya. Semoga media ini bermanfaat bagi pendidikan di indonesia yang ercinta ini.

Saturday, 13 July 2013

Teknik Pembelajaran Kontekstual Berbasis Cartoon Art


Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalnya penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membuthkan teknik sendiri, yang secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Dalam pembelajaran, guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Dapat disimpukan bahwa teknik pembelajaran adalah siasat atau cara yang dilakukan oleh guru dalam meaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk dapat memperoleh hasil yang optimal. Teknik pembelajaran kontekstual berbasis cartoon art berarti teknik pembelajaran tersebut diimplementasikan untuk mengiringi metode dalam pembelajaran kontekstual berbasis cartoon art.
Teknik pembelajaran dibagi menjadi dua bgian, yaitu teknik umum dan teknik khusus.
  1. Teknik Umum (Teknik untuk mengajar)
Teknik umum adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk emua bidang studi. Teknik umum diantaranya sebagi berikut: (a) teknik ceramah, (b) teknik tanya jawab, (c) teknik diskusi, (d) teknik ramu pendapat, (e) teknik pemberian tugas, (f) teknik latihan, (g) teknik penemuan/inkuiri, (h) teknik demnstrasi, (i) teknik simulasi
  1. Teknik Khusus (Teknik khusus pengajar bidang studi tertentu)
Teknik khusus adalah cara mengajarkan (menyajikan atau memantapkan) bahan-bahan pelajaran bidang studi tertentu. Misalnya teknik khusus pengjaran Bahasa mempunyi ragam dan jumlah yang sangat banyak. Hal ini karena teknik mengaju pada penyajian materi dalam lingkup yang kecil. Sebagai contoh, teknik pengajaran keterampilan berbahasa terdiri atas teknik pembelajaran membaca, menulis, menyimak, berbicara, tata bahasa dan kosa kata. Masing-masing terdiri dari banyak macam. Begitulah teknik khusus itu banyak sekali macamnya karena teknik khusus itu berhubungan dengan rincian bahan pembelajaran.

Metode Pembelajaran Kontekstual Berbasis Cartoon Art


Istilah metode berasal dari bahasa Yunani methodos ‘jalan’, ‘cara’. Karena itu, metode diartikan cara melakukan sesuatu. Dlam dunia pendidikan metode pembelajaran dapat diartikan sebagai “cara untuk mencapai tujuan”. Mulyadi dan Risminawati (2012: 8) menyatakan bahwa metode pembelajaran diartikan sebagai cara-cara menyeluruh (dari awal sampai akhir) dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran, metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan pendekatan bersifat filosofis atau bersifat aksioma. Jadi metode bersifat prosedural, artinya menggambarkan prosedur bagaimana mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Metode pembelajaran kontekstual berbasis cartoon art berarti metode pembelajaran yang digunakan dalam pengimplementasian model kontekstual berbasis cartoon art. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untu mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis cartoon art, diantaranya: (1) ceramah, (2) demonstrasi, (3) diskusi, (4) simulasi, (5) debat, (6) laboratorium, (7) pengalaman lapangan, (8) simposium, dan sebagainya.

Role Playing (Bermain Peran)


Role Playing adalah suatu akivitas pembelajaran yang terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang specifik sesrai dengan tema pada setiap mata perajaran. siswa dilatih untuk bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, melalui bermaian peran atau memerankan perilaku orang lain. Sesuai tema maka guru membuat scenario suatu adegan sebuah dialog atau perbincangan yang pernah dialami atau dilihat oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari senario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan dan refleksi. Dalam pelaksanaan model pembelajaran kontekstual berbasis cartoon art scenario bisa dimodifikasi/dikreasi dengan tokoh cartoon yang difavoritkan anak. Pembelajaran ini pula dapat digunakan untuk menyampaikan hal-hal positif mengenai tokoh kartun dan mengklarifikasi atau mengarahkan siswa untuk memandang tokoh kartun dari sisi positifnya.
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Ekspolrasi;
  1. Guru mengenalkan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM (guru juga bisa menyiapkan properti yang dapat digunakan siswa dengan kreasi cartoon art misalnya topi, dll)
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa berada pada kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.
Konfirmasi;
  1. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  2. Guru memberikan kesimpulan secara umum
KEGIATAN PENUTUP
Strategi ini juga bisa disederhanakan palaksanaannya sebagai berikut,
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
  2. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan (media dapat dikreasi dengan cartoon art)
  3. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
  4. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
Konfirmasi;
  1. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
  2. Guru dan siswa membuat kesimpulan.
KEGIATAN PENUTUP

Picture and Picture


Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar yang di kreasi dengan cartoon art sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
  3. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi yang disajikan unik melaluikreasi cartoon art
  2. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
  3. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
Konfirmasi;
  1. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Kesimpulan/rangkuman.
KEGIATAN PENUTUP

Examples Non Examples


Persiapan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, jika materi memungkinkan sajikan pula dengan media cartoon art, sajikan gambar ditempel, pakai OHP, atau tayangan lewat LCD. Melalui petujuk guru siswa mencermati gambar demi gambar yang disajikan, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
Di kelas-kelas bawah pemahaman siswa masih sangat terbatas pada kemampuan indera, sehingga guru dapat menggunakan media gambar (media audio visual) agar dapat membantu penguasaan materi yang bersumber dari hal-hal yang sifatnya kongkret sesuai tingkat pengalaman siswa. Media audio visual yang digunakan dapat dikaitkan atau menggunakan berbagai tokoh kartun favorit anak. Kepada siswa dilatih untuk mempertajam pengamatan atau kejelian terhadap suatu kejadian / obyek kemudian siswa dilatih untuk merekam dan mengingat-ingat apa yang dilihat dan didengar selama pengamatan berlangsung.
Langkah-langkah
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar dengan kreasi cartoon art sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Guru mengenalkan pokok materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  3. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Siswa diajak mengenali isi pesan yang terkandung pada gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP atau LCD.
  2. Siswa diberi kesempatan untuk memperhatikan kemudian menerangkan gambar menurut persepsinya.
  3. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, keterangan gambar didiskusikan dan diuraikan kemudian dicatat pada lembar kertas kerja.
Konfirmasi;
  1. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan uraian hasil diskusinya.
  2. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru menambah dan menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
  3. Kesimpulan
KEGIATAN PENUTUP
Guru dapat mengembangkan / merekayasa menjadi lebih bervariatif menuju tingkat kesulitan yang lebih tinggi, misalnya;
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Menyajikan materi yang unik melalui kreasi cartoon art sebagai pengantar.
  3. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi.
  2. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
  3. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
Konfirmasi;
  1. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Kesimpulan/rangkuman.
KEGIATAN PENUTUP

Concept Mapping (Peta Konsep)


Yaitu suatu cara yang digunakan pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk membuat konsep atau kata-kata kunci dari suatu pokok persoalan sebagai rumusan inti pelajaran.
Langkah-langkah penerapannya:
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI
Eksplorasi;
  1. Guru mulai melibatkan siswa mengenali kompetensi yang ingin dicapai dan mencari sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan (guru menyiapkannya dengan suasana kartun yang digemari anak).
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Tentukan topik bahasannya hari ini
  2. Mintalah siswa membaca teks yang berhubungan dengan topik bahasan (teks yang akan dibahas sudah dikemas dengan media cartoon art)
  3. Kemudian peserta didik diminta membuat rumusan kesimpulan atau konsep kalimat dalam beberapa paragraf sebagai kesimpuan penting, atau dalam bentuk peta, skema, bagan, yang dapat digunakan untuk menjelaskan kesimpuln dari isi bacaan teks tersebut
  4. Guru sudah mempersiap peta konsep dengan kreasi cartoon art dirumah untuk dikonfirmasi dengan hasil buatan peserta didik
Konfirmasi;
  1. Siswa dan guru bersama-sama mengklarifikasi jawaban/hasil pekerjaan siswa
  2. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami.
  3. Kesimpulan
KEGIATAN PENUTUP

Card Sort (Mensortir Kartu)


Yaitu strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui pengklasifikasian materi yang dibahas dalam pembelajaran.
Langkah-langkahnya:
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI
Eksplorasi;
  1. Guru mulai melibatkan siswa mengenali kompetensi yang ingin dicapai dan mencari sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan (guru menyiapkannya dengan suasana kartun yang digemari anak).
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Guru membagikan kertas yang bertuliskan informasi atau kategori tertentu dan telah dikreasi dengan cartoon art secara acak
  2. Tempelkan kategori utama di papan atau kertas di dinding kelas (semua media bisa dimodifikasi dengan cartoon art)
  3. Mintalah siswa untuk mencari temannya yang memiliki kertas/ kartu yang berisi tulisan yang sama untuk membentuk kelompok dan mendiskusikannya
  4. Mintalah mereka untuk mempresentasikannya
Konfirmasi;
  1. Siswa dan guru bersama-sama mengklarifikasi jawaban/hasil diskusi siswa
  2. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami.
  3. Kesimpulan
KEGIATAN PENUTUP

Make-A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran, 1994)


Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya yang dikreasi dengan cartoon art , setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpulkan lagi dan dikocok, untuk babak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Utamanya di kelas-kelas bawah siswa atau pembelajar yang dikemas dengan belajar sambil bermain dan melakukan permainan dalam pembelajaran sangat dibutuhkan sebagai kreatifitas guru. Salah satunya adalah dengan bermain kartu dalam mencari dalam mencari pasangan ini, disela-sela pergantian kartu dapat disisipkan nyanyian yang menarik agar kelas lebih aktif dan menyenangkan.
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI:
Eksplorasi;
  1. Guru menyiapkan dua macam kartu yang berisi beberapa sub materi pokok atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaiknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban yang dikreasi dengan cartoon art.
  2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu kartun yang menarik.
Elaborasi
  1. Tiap siswa diminta mencermati jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  2. Guru memberi batasan waktu dengan tanda dimulai dan berhenti mencari pasangan.
  3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
  4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin/skor.
  5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
  6. Demikian seterusnya.
Konfirmasi
  1. Bersama siswa guru menentukan pasangan yang mendapat point tertinggi sampai terendah.
  2. Kesimpulan
KEGIATAN PENUTUP
Jika kelasnya besar, maka strategi ini bisa di ubah dengan pendekatan kelompok, misalnya;
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru menggali kemampuan awal siswa dengan cara tanya jawab materi yang lalu.
  2. Bersama siswa memahami materi baru dan kompetensi yang ingin dicapai.
Elaborasi;
  1. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.
  2. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  3. Guru mendampingi pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
Konfirmasi;
  1. Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.
  2. Guru memberi kesimpulan.
KEGIATAN PENUTUP

Information Search Strategy (Mencari Info)


Strategi ini digunakan untuk memberi keleluasaan siswa dalam mencari sumber bahan yang dapat digunakan untuk menjawab/memecahkan suatu persoalan yang ditugaskan oleh guru. Strategi ini dapat dilakukan guru dalam memberi tugas dirumah atau tugus-tugas terstruktur, sehingga siswa dapat menyelesaikan tugas secara optimal dengan sumber berajar yang ditemukan diluar sekolah.
Strategi ini juga dapat disajikan atau dilakukan dalam kelas/ di sekolah. Guru dapat menyediakan buku modul cartoon art yang menarik dan berisi materi yang akan disampaikan. Siswa diberi waktu dan diminta untuk membaca dan memahami isi buku, kemudian siswa harusmenjawab pertanyaan dari guru.
Langkah-langkah:
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru mengenalkan materi pokok dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan
Elaborasi;
  1. Guru mengajukan sejumlah pertanyaan.
  2. Guru memberikan rambu-rambu bacaan atau referensi yang dapat digunakan siswa.
  3. Siswa mengkaji dan mempelajari referensi/bacaan yang ada dalam modul cartoon art yang disediakan guru
  4. Siswa menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan guru sekaligus meraporkan hasilnya.
Konfirmasi;
  1. Guru memberikan klarifikasi baik melalui diskusi maupun tanya jawab/dialog langsung dengan siswa yang bersangkutan.
KEGIATAN PENUTUP

Reading Guide Strategy (panduan Membaca)


Strategi ini dapat digunakan guru, ketika menjumpai tema yang perlu pembahasan yang luas dan rinci sehingga guru tidak mungkin dapat menyelesaikan dalam jam pelajaran yang tersedia di kelas. Untuk menyelesaikannya maka harus diselesaikan diluar kelas dengan menugasi para siswa untuk membaca sendiri di rumah. Dalam keadaan seperti ini strategi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan penguasaan materi bagi siswa.
Langkah-langkah:
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksptorasi;
  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
  3. Guru memberikan teks yang dikreasi dengan cartoon art pada siswa.
Elaborasi;
  1. Siswa membaca teks tersebut.
  2. Guru memberikan panduan bacaan yang telah disiapkan dengan kreasi cartoon art
  3. Buat pertanyaan - pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa atau bentuk form kartun yang harus diisi.
  4. Siswa mencari kata-kata penting sebagai bahan menjawab pertanyaan dalam panduan.
Konfirmasi;
  1. Klarifikasi dipandu guru
  2. Diakhir pelajaran beri ulasan secukupnya.
KEGIATAN PENUTUP

Teams Games Tournament (TGT)


Penerapan strategi ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Suasana pembelajaran dikaitkan dengan berbagai peran tokoh kartun sehingga dapat menambah motivasi siswa dlam mengikuti proses pembelajaran. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah, lembut, santun, dan ada sajian intermesonya. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru mulai melibatkan siswa mengenali kompetensi yang ingin dicapai dan mencari sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan (guru menyiapkannya dengan suasana kartun yang digemari anak).
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan atau mekanisme kegiatan.
  2. Beri nama kelompok dan papan nama dengan menggunakan cartoon art supaya siswa lebih antusias
  3. Siapkan meja turnamen secukupnya , misal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara.
  4. Meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditempati oleh siswa yang levelnya paling rendah.
  5. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok.
  6. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 3 menit).
  7. Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal.
Konfirmasi;
  1. Siswa pada tiap meja turnamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.
  2. Selanjutnya, pada turnamen kedua (begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.
KEGIATAN PENUTUP

Number Head Together (NHT)


         (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN,1992)
NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu dalam bentuk tokoh kartun, berikan persoalan materi bahan ajar dengan bentuk lembar cartoon art (untuk tiap kelompok sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.
Strategi ini dipilih guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan maka guru dapat menerapkan prinsip pembelajaran yang dilakukan dengan bermain (belajar sambil bermain dan bermain dalam pembelajaran). Agar pelaksanaan lebih menyenangkan maka setiap penunjukkan siswa yang bernomor di kepalanya harus menjawab diselingi dengan bernyanyi (pilih lagu yang lucu / lagu-lagu dolanan yang popular dikalangan siswa), setelah selesai baru menunjuk siswa yang ditugasi untuk menjawab.
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru mulai melibatkan siswa mengenali kompetensi yang ingin dicapai dan mencari sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan (guru menyiapkannya dengan suasana kartun yang digemari anak).
  2. Siswa diminta untuk memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor yang dikemas dalam kolom kartun.
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
Konfirmasi;
  1. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain untuk memberi konfirmasi.
  2. kesimpulan
KEGIATAN AKHIR
Langkah ini dapat di kembangkan dan ditingkatkan utamanya untuk mengajar dikelas atas (SD) misalnya menjadi:
Langkah-langkah :
KEGIATAN AWAL
KEGIATAN INTI;
Eksplorasi;
  1. Guru mulai melibatkan siswa mengenali kompetensi yang ingin dicapai dan mencari sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan (guru menyiapkannya dengan suasana kartun yang digemari anak).
  2. Siswa diminta memperhatikan mekanisme strategi pembelajaran yang dijelaskan guru.
Elaborasi;
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor kartun atau nomor bisa diganti dengan nama tokoh kartun atau liannya.
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai
  3. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
  4. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa benomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
Konfirmasi;
  1. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
KEGIATAN PENUTUP

Strategi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Cartoon Art


Merupakan kumpulan strategi yang sudah ada kemudian diterapkan bersamaan dengan model pembelajaran berbasis cartoon art sehingga menjadi strategi pembelajaran berbasis cartoon art. Strategi tersebut dalam penerapannya terdapat unsur cartoon yang disukai oleh siswa baik itu dalam penyampaian materinya, strategi yang digunakan, maupun dalam media pembelajaran yang akan digunakan. Oleh karena itu guru juga harus tahu terlebih dahulu tokoh kartun apa saja yang digemari siswanya.
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara/gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai strategi pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada strategi pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. Namun guru juga harus ingat bahwa keberhasilan dalam pembelajaran siswa sangat tergantung dari kreatiftas dan kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran.
Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran kontektual berbasis cartoon art, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Selanjutnya, modifikasi dalam strategi pembelajaran kontekstual berbasis cartoon art diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, karena diyakini bahwa masing-masing guru memiliki kreativitas sangat tinggi.